April 6, 2020

Akademisi: “Tolak Warna Baju Saat Pemilu 17 April 2019”

Betawipos.com, Malang – Himbauan Calon Presiden petahana Joko Widodo untuk menggunakan pakaian putih saat pelaksanaan Pilpres 17 April mendatang, mendapat penolakan dari Gerakan Tolak Warna Baju. Alasannya, penggunaan pakaian khusus yang dilakukan secara serempak dan masif akan menimbulkan konflik antar pendukung kandidat yang berkontestasi.

Demikian disampaikan Hermawanto, koordinator Gerakan Tolak Warna Baju. Menurut akademisi Universitas Brawijaya itu, saat ini para Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden telah melakukan himbauan penggunaan warna baju yang digunakan saat hari pencoblosan 17 April 2019. Capres 01 menghimbau pendukungnya untuk menggunakan pakaian putih, sementara warna baju biru untuk pemilih 02.

Hermawanto menyebut, hari pemilihan bukan waktunya untuk kampanye, dan perbedaan warna yang mencolok yang menunjukkan perbedaan pilihan politik dapat berpotensi terjadinya konflik di masyarakat.

“Sebagai metode kampanye, penggunaan warna baju memang efektif. Mempertegas status dan pilihan politik para pemilih dan dapat digunakan untuk mengukur elektabilitas para calon,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi Betawipos.com, Rabu (3/4/2019).

Namun, cara pembedaan dengan warna baju, sangat tidak tepat dilakukan saat hari pemilihan. Seharusnya, saat hari pemilihan semua orang bisa hadir dengan santai, damai dan menikmati pesta demokrasi dengan sukaria.

Perbedaan warna baju yang telah menunjukkan pilihan politiknya juga berdampak pada hilangnya kerahasiaan pilihan politik para pemilih. Hal itu juga bisa berdampak pada intimidasi pemilih yang berbeda pada mayoritas pemilih di wilayah tertentu. Pada akhirnya penggunaan identitas tersebut dapat menggangu perasaan pemilih saat pemilu, tidak lagi merasa pemilu itu jujur, bebas dan rahasia.

“Oleh karena itu, kami menolak warna baju putih maupun warna baju biru saat hari pemilihan,” kata Hermawanto

Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan saja baju Batik yang merupakan baju nasional. Hal itu untuk menunjukkan kebhinekaan bangsa kita.

“Mari kita gunakan hak pilih saat pemilu, untuk Bangsa dan Negara kita,” pungkasnya. sdk