April 6, 2020

Budaya Betawi Terus Dilestarikan Dengan Gebyar Budaya

budaya betawi

Kapolsek Cengkareng pelopor pelestarian Budaya Betawi

BETAWIPOS.COM, Jakarta – Pelestarian budaya Betawi digelar di Kampung Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (29/9/2019). Upaya pelestarian itu dengan menggelar Gebyar Budaya Festival Betawi.

Selain untuk pelestarian budaya, ajang kali ini juga untuk mempererat tali silaturahmi di kalangan warga Betawi.

Disela kesibukannya, Kapolsek Cengkareng Kompol H. Khoiri. SH. MH didampingi Kanit Reskrim Akp Antonius. S menyempatkan diri menghadiri Festival Silat Betawi yang dilaksanakan di Kapuk Rt 06 Rw 011 tersebut. Turut serta dalam rombongan, Kanit  Binmas Iptu Wiyanto dan Binmas Kelurahan Kapuk Aiptu Sudarto. Sh.

Kompol Khoiri menjelaskan, kegiatan kali ini telah dilaksanakan merupakan kedua kalinya untuk melestarikan warisan Betawi. Dalam rangkaian acara tersebut, juga diadakan Festival Silat Betawi yang memperebutkan piala Kapolsek Cengkareng.

“Festival Silat ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan silat Betawi. Perguruan silat Betawi itu diantaranya PSB Kapuk di bawah asuhan  Saman Solaeman,” ungkap Kapolsek pada media termasuk Betawipos.

Khoiri menambahkan, selain menggelar festival silat, panitia juga memberikan santunan dan sebanyak 150 paket sembako untuk anak yatim, para janda dan kaum jompo.

“Giat Festival Silat Betawi dibuka dengan Silat Betawi Kreasi. Acara tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta,” katanya.

Tujuan Silat Kreasi tersebut selain untuk melestarikan budaya Betawi juga agar dapat dikembangkan dan dikreasikan ke depannya.

“Dan selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi sebagaimana perintah Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi. SIK. MH,” pungkas Kapolsek Cengkareng.

Warga sendiri menyambut positif apa yang sudah dilakukan Kapolsek Cengkareng untuk melestarikan budaya silat Betawi. Menurut Ricky, warga setempat, Betawi dan budayanya harus terus dilestarikan sebagai khasanah warisan nusantara. Alasannya, Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya tradisional yang beraneka ragam. Hal itulah yang membuat warga negara lain tertarik untuk datang ke Indonesia.

“Kita semua memang wajib melestarikan budaya leluhurnya. entah itu budaya Jawa, Betawi, atau Sunda. Karena siapa lagi yang akan mempertahankannya kalau bukan kita generasi muda?” katanya. (Red)