Mon. Jun 1st, 2020

Buntut Laka Wakil Jaksa Agung, Standar Keselamatan Kendaraan Harus Ditingkatkan?

2 min read

Betawipos, Jakarta – Peristiwa kecelakaan tunggal kendaraan yang dikemudikan Wakil Jaksa Agung, Arminsyah menyisakan duka yang mendalam bagi Keluarga Besar Kejaksaan Agung RI. Betapa tidak, karir orang nomor dua salah satu lembaga peradilan negeri ini harus terhenti di KM 13 Tol Cibubur pada Pukul 14.40 WIB Sabtu (4/4/2020).

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Transportasi menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Wakil Jaksa Agung. Direktur Eksekutif LBH Transportasi, Hermawanto, SH, MH menegaskan agar pemerintah selaku regulator transportasi juga memperhatikan faktor keselamatan kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.

“Jangan abaikan standar keselamatan kendaraan,” ujarnya melalui rilis yang diterima redaksi Betawipos, Minggu (05/04/2020).

Pihaknya juga menyarankan semua pihak menunggu hasil penyelidikan Kepolisian atas penyebab kecelakaan tersebut. Hal itu untuk menjadikan terang apakah kecelakaan itu murni human error atau ada faktor lain sehingga menimbulkan korban.

Sebelumnya Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa mobil tersebut datang dari arah selatan menuju Jakarta.

“Diduga di lajur 4 menabrak pembatas media tengah dan kendaraan terbakar,” detik.com, Sabtu (4/4/2020).

Hal ini menunjukkan informasi yang ada barulah hasil dugaan semata, belum merupakan hasil penyelidikan yang intensif. Karena patut juga menjadi pertanyaan, kenapa Kendaraan terbakar, Apa penyebabnya, apakah selang bahan bakar dan kelistrikan pada kendaraan itu sesuai standar ?

Sembari menunggu hasil penyelidikan kepolisian sehingga terang yang menjadi sebab kecelakaan dan timbulnya korban, dan bisa menjadi pembelajaran pada kemudian hari.

“Kami LBH Transportasi tetap berharap, Pemerintah mengambil hikmah dari kecelakaan ini. Setidaknya kedepan regulator transportasi harus lebih meningkatkan faktor keamanan kendaraan yang akan dijual di Indonesia,” terang Hermawanto.

Peningkatan perhatian itu terutama untuk memastikan penggunaan komponen selang bahan bakar yang tidak mudah pecah/rusak akibat tabrakan sehingga tidak memicu terjadinya kebakaran.

Selain itu juga faktor kelistrikan pada kendaraan agar menggunakan komponen yang sesuai dengan standart keselamatan kendaraan di dunia, dan terukur ketahanan panasnya, karena patut diduga dari informasi yang berkembang bahwa kendaraan yang dijual di Indonesia safety faktornya lebih rendah dengan yang ada di Singapore or Malaysia. Janganlah rakyat Indonesia dijadikan Dummy test drive kendaraan baru.

Dan patut juga bertanya, apakah komponen selang bahan bakar dan kelistrikan pada kendaraan korban sesuai standar keselamatan ? Mengingat kendaraan korban terbakar setelah menabrak pembatas sebagaimana informasi yang berkembang.

“Semoga kita semakin sadar, bahwa keselamatan penumpang adalah nomor satu. Sehingga semua pihak serius merubah diri untuk lebih mengutamakan faktor kesemalatan dibanding sekedar penjualan suku cadang,” pungkasnya. Ril

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *