Tue. Jul 7th, 2020

Sindikat Narkoba Selundupkan Sabu Lewat Dubur

2 min read

Betawipos, Jakarta – Indonesia masih menjadi negara favorit bagi sindikat narkoba mendistribusikan barang haram. Tak heran jika sindikat narkoba kerap menyelundupkan narkotika seperti sabu-sabu dengan berbagai cara, termasuk memasukkannya dalam dubur.

Kepolisian Daerah Metrojaya Jakarta baru saja mengungkap upaya penyelundupan sabu-sabu melalui dubur. Tidak tanggung-tanggung barang haram yang dimasukkan melalui ‘jalan belakang’ itu mencapai ratusan gram.

Upaya pengungkapan kasusnya dilakukan penyidik Kasubdit III Obat Berbahaya, Direktorat Reserse Narkoba,Polda Metro Jaya. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, sabu itu diselundupkan pelaku berinsial MO dari Batam ke Jakarta lewat udara.

“Modusnya adalah naik pesawat yang dari Batam ke Jakarta. Tersangka MO memasukan barang ini (narkoba) ke dalam anus, sebanyak tiga buah dengan berat 226 gram,” kata Argo yang didampingi Kasubdit III Obat Berbahaya, Direktorat Reserse Narkoba,Polda Metro Jaya AKBP M Iqbal Simatupang dalam konferensi persnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat(1/11).

Kepada wartawan termasuk Betawipos, Argo menerangkan, petugas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang merasa curiga atas gerak-gerik MO ketika berada di Terminal IB. Karena itulah, penyidik langsung bergerak cepat hingga menangkap sang pelaku.

“Petugas Bandara langsung berkoordinasi dengan kami. Kami langsung melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini mengatakan, setelah diamankan pelaku langsung digeledah. Begitu ketahuan ada yang janggal, ia diminta untuk mengeluarkan barang haram yang disimpan di ‘jalan belakang’nya. Benar juga. Ternyata benda yang dikeluarkan adalah narkoba jenis sabu-sabu. Penyidik juga melakukan tes urin terhadap MO.

“Setelah dicek, positif ini (ketiga barang bukti) adalah narkoba jenis sabu. Selain itu, ketiga tersangka positif menggunakan narkoba setelah dites urin,” tutur Argo.

Kepada penyidik, Argo mengungkapkan, pelaku berinisial MO mengaku baru satu kali melakukan penyelundupan narkoba. Meski demikian, penyidik tetap akan menyelidiki pengakuan pelaku.

“Ngakunya baru sekali. Tapi kita akan tetap selidiki,” pungkas Argo.

Nantinya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika. Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *