Gara-Gara Take Over Kredit Di Bank CIMB Niaga, Istri Laporkan Suami

BETAWIPOS, Jakarta – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menggelar kembali sidang lanjutan perkara take over kredit Bank CIMB Niaga. Hal itu menyangkut dugaan pemalsuan tanda tangan dan Cap Jempol dengan terdakwa Hasim Sukanto, pada Rabu (15/7/2020).

Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi Indra, yang bertugas sebagai accounting di PT. HMU. Dia mulai bergabung di PT HMU pada saat perusahaan mengajukan kredit pinjaman di Bank Commenwealth dari Bank BCA. 

Berdasarkan pemantauan Betawipos dalam persidangan, dihadapan ketua majelis hakim Djumianto, dalam kesaksiannya Indra mengatakan bahwa hingga saat ini PT HMU selalu membayar cicilan kreditnya tiap bulan ke Bank CIMB Niaga.

“Perusahaan setiap bulan bayar kreditnya ke Bank CIMB Niaga. Hingga saat ini tidak ada masalah. Walaupun perusahaan rugi, tapi bisa bayar tiap bulan,”ujarnya dimuka persidangan di PN Jakut, pada Rabu (15/7).

Indra juga mengakui bahwa dirinyalah yang mengurus take over dari Bank Commenweakth ke Bank CIMB Niaga. Dalm take over itu ada dua aset perusahaan yang dijaminkan, sedangkan mengenai dokumen apa yang dipalsukan tersebut dirinya tidak mengetahuinya.

Terjadinya take over kata Indra karena Bank CIMB Niaga mau memberikan bunga lebih rendah yaitu sebesar 8% dengan nilai pinjaman sebesar Rp 16 miliar. Sedangkan yang sebelumnya Bank Comemenwealth bunganya lebih tinggi sebesar 12 persen. Oleh karena itu para direksi sepakat untuk melakukan perpindahan kredit.

Saat ditanya oleh penasehat hukum terdakwa, uang yang dicairkan dari CIMB dan kredit sebelumnya untuk kepentingan apa, selanjutnya Indra mengatakan, untuk kepentingan prusahaan, dan para direksi juga mendapatkan gaji darj keuangan perusahan.

Sebelum persidangan ditutup, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa Hasim untuk bertanya terkait kinerja perusahaan.

“Bagaimana cara kerja perusahan Hasdi ini,” tanya Hasim kepada saksi Indra. Menurut indra semua berjalan profesional dan uang keluar masuk seperti biasa dan tidak ada permintaan dari direksi.

Indra juga mengatakan, kalau dirinya dan para direksi beserta para istri juga mengetahui kalau dua aset yang dijaminkan di Bank CIMB Niaga juga sudah beberapa dilakukan over take kepada Bank lain.

Usai persidangan, Terdakwa Hasim mengatakan kepada para wartawan, kalau perusahaan atau PT Hasdi Mustika Utama ini adalah perusahan keluarga, dan beberapa asetnya ada atas nama pribadi.

“Tidak hanya aset atas nama saya saja, ada juga aset atas nama kakak saya Hadi Sukamto dan adik saya Lisa Sukamto, itu juga dijaminkan ke Bank untuk mendapatkan modal kerja untuk perusahaan, karena itu juga aset perusahaan”, kata Hasim

Hasim menambahkan, para istri juga sudah mengetahui dan ditanya juga oleh hakim kenapa waktu Meliyana tidak datang tidak ada rasa kebingungan, tidak ada rasa kecurigaan serta kekehawatiran karena kredit itu perlu untuk dicairkan.

“Itu karena sudah dilakukan selama bertahun tahun dan selama ini tidak ada masalah, perkara ini terjadi pada tahun 2017, para istri selalu diminta hadir, dan kalau berhalangan biasanya akan dijadwalkan kemudian hari, karena hal itu sudah biasa, dan para istri sudah mengetahui bahwasannya itu di perpanjang seperti biasanya,” pungkasnya.  (Acil).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *