Sat. Mar 28th, 2020

IJTI: Aparat Penegak Hukum Dominasi Kekerasan Terhadap Wartawan

BETAWIPOS, Jakarta – Aparat penegak hukum menurut Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), masih mendominasi kekerasan terhadap wartawan tahun 2019 ini. Untungnya, kasus kekerasan terhadap wartawan tahun ini mengalami penurunan yakni sebanyak 53 kasus dari  64 kasus yang tercatat pada 2018 lalu.

Ketua IJTI Yadi Hendriana mengatakan, meski kasus kekerasan terhadap jurnalis tahun ini mengalami penurunan, namun pelaku yang mendominasi masih sama yakni aparat penegak hukum.

“Memang jauh menurun dibanding 2018 ada 64 (kasus), tapi kualitas dari kekerasan ini masih tetap tidak berbeda. Artinya, kualitas kekerasan kebanyakan oleh aparat keamanan,” kata Yadi saat konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2019 di Kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Seperti dikutip Betawipos, Yadi menyebut, khusus untuk kekerasan terhadap jurnalis televisi, pola kekerasan yang dilakukan cukup beragam. Mulai dari kekerasan, intimidasi hingga persekusi. Karena itulah, ia meminta aparat penegak hukum bisa serius dalam menuntaskan persoalan tersebut.

“Ini penting sekali untuk di eskalasi dan aparat kepolisian harus memiliki komitmen yang tinggi, bersama kami untuk menghilangkan kekerasan terhadap pers yang selama ini terjadi,” ujarnya.

IJTI juga telah mendampingi advokasi beberapa jurnalis korban kekerasan. Sayangnya, banyak jurnalis diantara korban kekerasan itu yang justru takut saat berhadapan dengan hukum dan memilih jalan damai.

“Teman-teman jurnalis sendiri sering terjebak dalam ketakutan tidak ingin melanjutkan kasusnya ketika mereka berhadapan dengan hukum mereka lebih memilih selesai atau delapan enam,” tuturnya.

Dirinya menilai, hal semacam itulah yang menjadi preseden buruk terhadap penyelesaian kasus-kasus kekerasan pers. Yadi menghimbau, kawan-kawan jurnalis bisa menyelesaikan proses hukumnya untuk menekan angka kekerasan yang selama ini terjadi.

“Mari kita bersama-sama memerangi kekerasan terhadap pers dengan cara betul di jalur hukum,” pungkasnya. Red