Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab Akan Disidangkan di PN Jaktim

Betawipos, Jakarta – Kasus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab (MR) bakal segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur terkait kasus kekarantinaan. Penunjukan PN Jaktim itu dilakukan Mahkamah Agung (MA) atas permintaan Kejaksaan Agung menyusul permohonan pihak kuasa hukum untuk menyatukan berkas perkara tersangka.

Atas penunjukan PN. Jaktim itulah, pihak Kejaksaan secepatnya akan melimpahkan berkas perkara tersebut dilengkapi surat dakwaan.

“Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) telah menerima tiga Surat Keputusan dari MA tentang proses sidang MR Dkk, ” kata Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, seperti dikutip Betawipos, Senin (1/3) malam.

Menurut Leonard, tim jaksa penuntut umum (JPU) segera merampungkan surat dakwaan dan melimpahkan keempat berkas perkara ke PN. Jaktim.

“Secepatnya, Tim JPU melimpahkan ke pengadilan lengkap dengan surat dakwaan, ” terangnya.

Leonard menjelaskan Surat Keputusan MA pertama Nomor: 49 / KMA / SK/ II / 2021 tanggal 24 Februari 2021.

Dalam perkara tindak pidana kekarantinaan ini terdiri dua berkas, berkas pertama atas nama  MR. Sangkaan melanggar Pasal 160 KUHP dan / atau pasal 93 UU Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;.

“Perkara ini untuk di Jalan Tebet Utara 28 Jakarta Selatan dan Jalan. KS. Tubun Petamburan Jakarta Pusat pada  13 November 2020 dan 14 November 2020, ” katanya lagi.

Kedua, berkas perkara atas nama HU, Dkk (MS, AAA, ASL dan IAH). Sangkaan melanggar Pasal 93 UU No. 6/2018  soal Kekarantinaan Kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Surat Keputusan MA berikutnya bernomor: 50 / KMA / SK/ II / 2021 tanggal 23 Februari 2021.

“SK MA ini untuk perkara yang terjadi di Rumah Sakit UMMI Jl. Empang, Kota Bogor pada 27 November 2020. ” paparnya.

Para tersangka atas nama dr. AA Dkk. (MR dan MHA). Sangkaan melanggar pasal 14 dan atau pasal 15 UU No. 1/1946  tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 4/1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan / atau pasal 216 KUHP jo. pasal 55 KUHP dan atau pasal 56  KUHP.

Terakhir, Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor: 48 / KMA / SK/ II / 2021 tanggal 19 Februari 2021.

“SK MA ini untuk perkara yang terjadi di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Mega Mendung, Bogor pada 13 November 2020. ” jelas Leo.

Dalam perkara itu, tersangkanya adalah MR. Sangkaan melanggar pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 4/1984  Tentang Wabah Penyakit Menular dan / atau pasal 93 UU No.  6 /2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan / atau pasal 216  KUHP.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab terjerat tiga perkara menyusul kerumunan massa pendukungnya di Jakarta dan Bogor Jawa Barat pada saat pemerintah tengah menggelar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *