Kejari Karo Amankan Terpidana Kasus Pengadaan Alkes

BETAWIPOS, Karo – Tim gabungan Kejaksaan Negeri Karo telah mengamankan terpidana Kasus Korupsi Pengadaan Alat-Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Kabanjahe, Perlauangan Hutagalung. Terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu diamankan Tim Intelijen bersama Tim Jaksa Eksekutor di Komplek Griya Ria Tour Medan Helvetia, sekitar pukul 20.00 WIB, pada Sabtu (19/9/2020).

Hal itu di ungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Denny Achmad, kepada Betawipos melalui Aplikasi Whats App, pada Minggu (20/9/2020).

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Denny Achmad, dilakukannya pengamanan terhadap terpidana Perlaungan Hutagalung, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat kesehatan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 2410 K/Pid.Sus/2015 dan diputus selama 4 Tahun 6 Bulan Penjara.

“Terpidana Perlaungan Hutagalung, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan Alat-alat kesehatan dengan kerugian Negara sebesar Rp 550.000.000,-, Bahwa terhadap terpidana diputus selama 4 tahun dan 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp 200.000.000,- bulan pidana kurungan serta menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 519.092.522,- subsidair pidana penjara selama 2 Tahun,” ujar Denny.

Denny menambahkan, bahwa terhadap terpidana Perlaungan Hutagalung telah dilaksanakan rapid test di Rumah Sakit Royal Prima Medan.

“Setelah menjalani rapid test, kemudian pada pukul 23.30 Wib terpidana diantar dan ditempatkan di Lapas Klas I Tanjung Gusta-Medan,” pungkasnya.

Kasus ini berawal dari, terpidana Parlaungan Hutagalung, pada saat RSUD Kabanjahe mengadakan lelang pengadaan alat-alat kesehatan senilai Rp 1,2 miliar pada 2009. 

Ketika memenangkan tender, Parlaungan Hutagalung tidak menggunakan anggaran sebagaimana mestinya. Sehingga timbul kerugian negara Rp 550.000.000. Pada 1 Desember 2010, Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe menjatuhkan pidana penjara 1 tahun kepada Parlaungan Hutagalung.

Usai putusan PN Kabanjahe, jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan. Tetapi Pengadilan Tinggi Medan menguatkan vonis itu pada 14 Maret 2012. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 2410 K/Pid.Sus/2015. Terpidana Parlaungan Hutagalung, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSU Kabanjahe, dengan kerugian negara Rp 550.000.000.

Atas kesalahannya, terpidana divonis 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 200.000.000, serta menghukum terdakwa membayar uang pengganti Rp 519.092.522, subsidair pidana penjara 2 tahun.

Informasi yang diperoleh Betawipos.com, Parlaungan Hutagalung sempat menjalani penahanan. Tetapi dalam proses hukum lanjutan, statusnya diganti menjadi tahanan kota menunggu putusan Inkracht. Parlaungan Hutagalung berstatus DPO sejak 2017. (Acil).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *