Sat. Mar 28th, 2020

Ketum PSSI Jenderal Polri, Timnas Punya Harapan Baru

Betawipos, Jakarta – Mochamad Iriawan alias Iwan Bule terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI) periode 2019-2023. Lelaki kelahiran Tanah Abang ini mendapat suara sebanyak 82 dari 86 pemilih di Kongres Pemilihan PSSI di Hotel Shangri-La, Sabtu (2/11).

Terpilihnya Ketum PSSI baru ini diharapkan bisa mendongkrak prestasi persepakbolaan tanah air yang kini masih terpuruk. Pasalnya, latar belakang Iwan yang berasal dari institusi Kepolisian RI tentunya akan makin membuat PSSI lebih bersih dan transparan.

Meski tak lagi menjabat dalam struktur Polri, Iwan Bule masih tercatat sebagai anggota. Hingga kini, pangkat lelaki berusia 57 tahun ini adalah Komisaris Jenderal alias bintang tiga. Sebentar lagi dirinya juga akan memasuki persiapan masa pensiun.

Selain menjadi anggota Polri, Iwan menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional RI. Dirinya juga pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Jakarta dan Asisten Operasi Kapolri pada 2016-2017. Setahun silam Iwan Bule juga sempat menjabat sebagai pejabat sementara Gubernur Jawa Barat.

Latar belakang Iwan di kepolisian lebih banyak di bidang reserse kriminal. Prestasi yang melambungkan namanya saat dirinya menangani kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.

Terpilihnya sebagai Ketua PSSI, tak lepas dari kedekatan Iwan Bule dengan Persib Bandung. Dirinya masih tercatat sebagai salah satu Direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).

Misi utamanya dalam memimpin PSSI adalah tata kelola kompetisi sepak bola nasional yang bersih dan transparan. Dirinya mengaku, terus memantau kasus-kasus pengaturan skor di kompetisi profesional tanah air yang ditangani Satgas Antimafia Bola Polri.

Untuk memajukan Timnas Indonesia, Iwan Bule akan menata kembali pemain naturalisasi. Dia enggan merekomendasi naturalisasi para pemain asing yang sudah tua.

“Naturalisasi ini sudah menjadi pembahasan saya. Jadi setelah saya bedah, ternyata memang pemain naturalisasi Timnas Indonesia umurnya tua-tua ya,” kata Iwan kepada wartawan termasuk Betawipos.

“Saya belum bisa janji, apakah itu akan dikurangi atau dihapuskan. Yang jelas, tidak akan ditambah naturalisasi pemain tua. Kalau pemain naturalisasi tidak bagus, kenapa pemain kita tidak dimaksimalkan?” pungkasnya. Red