Mon. Jun 1st, 2020

Kontroversi Syekh Siti Jenar Bahkan Hingga Ke Keberadaan Makamnya

2 min read

Betawipos, Jepara – Syekh Siti Jenar, sosok Wali yang penuh kontroversi di jaman Wali Songo dulu. Bukan hanya kisah hidupnya yang penuh kontroversi, bahkan hingga keberadaan makamnya juga terdapat perbedaan.

Desa Balong Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terdapat sebuah situs bersejarah, yaitu makam Syekh Siti Jenar. Ketika Betawipos memasuki desa Balong dan sampai di lapangan yang luas, di sana terdapat petunjuk arah yang akan memberikan arah yang tentang keberadaan makam ini. Selama ini kita tahunya makam Syekh Siti Jenar di Mantingan, Jepara.

Lokasi makam Syekh Siti Jenar di Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah

Memang jalan menuju makam Wali yang juga disebut Syekh Lemah Abang di desa Balong lumayan berliku-liku dari petunjuk papan di pinggir jalan sampai ke lokasi. Untuk pengunjung yang baru pertama kali lebih baik bertanya lebih dahulu kepada warga setempat. Makam Siti Jenar sendiri berada di ujung desa, di balik pepohonan yang rimbun.

Cungkup Makam Syekh Siti Jenar

Walaupun demikian Situs ini telah diresmikan oleh Kementrian Agama Jawa Tengah sejak tahun 2014. Ada tulisan menarik yang berada di spanduk; jiwa suci dan tenang jauh lebih berharga dari harta sebanyak apa pun, peliharalah kesucian dan ketenangan jiwa.

“Cerita mengenai Syekh Siti Jenar masih menuai banyak kontroversi”. Akan tetapi di desa Balong terdapat cerita legenda tersendiri mengenai keberadaan Siti Jenar. Beliau adalah salah seorang wali yang hidup pada masa Wali Songo. Diceritakan, Siti Jenar adalah seorang musafir yang berasal dari Arab. Ketika sedang melakukan pelayaran, perahu yang ia tumpangi bersama murid-muridnya mengalami kebocoran di tengah lautan. Karena tidak memungkinkan untuk diteruskan perjalanan, ia kemudian mencari daratan untuk menepikan kapalnya.

Dalam cungkup hanya terdapat satu makam milik Syelh Siti Jenar

Sampailah Siti Jenar di sebuah desa. Desa yang ia kunjungi adalah desa Balong. Di desa Balong ini beliau lalu mengeruk secangkup tanah untuk digunakan sebagai penambal perahu yang bocor. Bekas kerukan tanah Siti Jenar itu kemudian menjadi sendang, bernama “Bilik Waden” atau “Sendang Waden” yang berarti Sendang rahasia. Sendang ini masih ada sampai sekarang yang lokasinya ada di desa Balong.

Selain peninggalan berupa Sendang, di Balong juga terdapat sebuah lokasi yang disinyalir makam atau petilasan Siti Jenar. Masih menjadi pertanyaan adalah mengenai keberadaan makam dan petilasan Siti Jenar yang ada pula di beberapa tempat. Tetapi penduduk di desa Balong meyakini jika disitulah keberadaan makam Syekh yang sesungguhnya.

Walahu’alam Bishawab. Tok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *