Tue. Jul 7th, 2020

Pemilu Tumbalkan Ratusan Nyawa, Komunitas Dokter Tuntut Tanggungjawab Pemerintah

2 min read

Betawipos.com, Jakarta – Pemerintah dituntut bertanggungjawab atas banyaknya korban petugas KPPS, Panwaslu dan aparat kepolisian yang meninggal saat Pemilu 17 April lalu. Selain itu, pemerintah juga harus menyatakan hari berkabung nasional dan membentuk tim pencari fakta yang independen dalam tragedi demokrasi tersebut.

Tuntutan itu disampaikan Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa, dalam konferensi persnya di Elza Syarief Law Office, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Menurut Bakta, salah satu anggota KKPB, tragedi meninggalnya petugas KPPS, Panwaslu, dan polisi selama proses pemilu ini tergolong cukup parah. Mereka menganggap kejadian ini sebagai bencana kesehatan nasional.

“Sehubungan kejadian banyaknya korban jatuh, baik sakit maupun meninggal dunia yang menimpa petugas KPPS, pengawas pemilu, dan anggota Polri selama proses penghitungan suara dalam Pemilu 2019 ini, maka Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa menyatakan ini sebagai Bencana Kesehatan Nasional,” tuturnya termasuk Betawipos.com.

Karena itulah, KKPB menyampaikan sejumlah poin kepada pemerintah dan jajarannya. Poin-poin tersebut antara lain:

1. Menuntut pemerintah menyatakan hari berkabung nasional dengan memasang bendera Merah Putih setengah tiang sampai dengan 22 Mei 2019.

2. Menuntut pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang independen.

3. Mendorong Komnas HAM untuk meneliti adanya dugaan pelanggaran HAM dan membawa kasus tersebut ke forum internasional (Mahkamah International dan Dewan HAM PBB).

4. Menuntut dan mendesak Kapolri untuk mengeluarkan surat perintah autopsi kepada dokter forensik se-Indonesia pada semua korban.

5. Menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab penuh kepada semua korban dengan memberikan santunan yang sesuai undang-undang.

Pengacara Elza Syarief juga mendukung pernyataan sikap mereka sebagai bentuk kepedulian bersama antar elemen masyarakat.

“Kita melakukan sesuatu yang terbaik untuk bangsa kita, rakyat kita. Penyelamatan nyawa-nyawa manusia yang bisa kita cegah semaksimal mungkin,” kata Elza. Menurutnya, para dokter ini merupakan orang-orang yang memiliki empati, khususnya kepada para keluarga korban.

“Kita adalah sesama manusia yang memiliki empati, simpati kepada keluarga yang ditinggalkan, turut berduka cita. Jangan membiarkan hal ini,” ujar Elza.

Menurut data sementara KPU, jumlah korban meninggal mencapai 456 jiwa dan 4.310 lainnya harus dirawat karena sakit. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek juga telah membuat surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan untuk mengaudit secara medis penyebab banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Sdk

2 thoughts on “Pemilu Tumbalkan Ratusan Nyawa, Komunitas Dokter Tuntut Tanggungjawab Pemerintah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *