Mon. Jun 1st, 2020

Pidato Presiden Soal Relaksasi Kredit Kendaraan dan Pinjaman Menguap

1 min read

Betawipos, Jakarta – Pidato Presiden Joko Widodo yang merelaksasi kredit dan pinjaman baik itu cicilan motor maupun pinjaman usaha untuk ojek daring dan UMKM berbanding terbalik dengan kondisi objektif kawan-kawan ojek online.

Meski Presiden memberikan keringanan tersebut, mereka resah dengan sepinya orderan. Seperti yang dirasakan Andriansyah, salah satu pengemudi ojek online yang biasa mangkal di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

“Bagaimana mau bayar cicilan dan kontrakan, sedangkan orderan sepi? Belum untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya pada Betawipos yang menemuinya di pangkalan.

Pendapat Andri itu juga diamini Budi, rekan sesama ojek daring yang kerap bersama menunggu orderan. Menurutnya, memang pernyataan Presiden tentang relaksasi pinjaman itu bak siraman air di musim kemarau. Sayangnya, pelaksanaan di lapangan rupanya tak sesegar yang dibayangkan.

Informasi yang diterima masyarakat simpang siur. Tak pelak jika pengemudi ojol dan pelaku UMKM menganggap pidato Presiden perlu ada tindak lanjutnya.

“Kami juga meminta kebijakan dari Gojek dan Grab untuk membuat terobosan agar orderan kembali normal,” kata Budi.

Bahkan, menurutnya, banyak rekan sesama ojol masih ditagih oleh leasing dan bank. Pihak leasing dan bank seakan tutup mata dengan apa yang disampaikan kepala negara.

“Bagaimana ini stakeholder negara? Kami butuh kepastian hukum. Juklak dan Teknis relaksasi bagi pinjaman dan cicilan motor tak jelas juntrungannya,” pungkas Budi.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyampaikan dalam pidatonya untuk memberikan toleransi kredit dan pinjaman perbankan, pada Selasa (24/03/2020) lalu. Toleransi selama setahun itu, untuk meminimalisir dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Wer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *