RI-Australia Bertemu Bahas Keamanan Dunia Maya. Ada Apa?

Betawipos, Jakarta – Republik Indonesia (RI) – Australia beberapa kali menggelar pertemuan bertajuk Cyber Policy Dialogue yang membahas keamanan dunia siber. Pertemuan ketiga kalinya dilakukan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, Hinsa Siburian selaku Head of Delegation Republik Indonesia (RI) yang diadakan secara online pada Rabu (02/09/20).

3rd RI-Australia Cyber Policy Dialogue adalah pertemuan antara Indonesia dan Australia yang merupakan tindak lanjut kesepakatan Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Australia pada tahun 2017 dan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Betawipos mencatat, pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2017 di Australia, pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2018 di Jakarta. Delegasi Indonesia berasal dari perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Kementerian Pertahanan, Polri, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sementara Delegasi Australia dipimpin oleh Ambassador for Cyber Affairs H.E. Tobias Feakin dan diikuti oleh anggota.

Topik pembahasan pada pertemuan kali ini yakni peraturan terkait keamanan siber di
Indonesia. Selain itu dibahas perkembangan tentang ancaman siber terkini seperti Advanced Persistent Threat (APT), ransomware, botnet, penegakan hukum pada kejahatan siber. Pertemuan juga membicarakan tindak lanjut kerjasama siber antara Indonesia dan Australia.

Hinsa Siburian mengatakan bahwa terkait Memorandum of Understanding (MoU) on Cyber
Cooperation antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia telah berakhir pada 31 Agustus 2020, dan melihat pelaksanaan MoU selama 2 tahun yang telah berjalan dengan sukses, serta melihat potensi kerjasama yang saling menguntungkan dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan negara masing-masing, maka Indonesia mendukung untuk memperbarui MoU on Cyber Cooperation antar Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia untuk periode 2 tahun yang akan datang.

Hinsa Siburian berharap kedepannya kerjasama Indonesia dan Australia dapat semakin baik
dan optimal khususnya dalam penyelenggaraan konsultasi dan kolaborasi penanganan insiden
siber pada Infrastruktur Kritis Nasional, kerjasama long term antar universitas di Indonesia dengan Australia pada bidang studi cyber security, serta saling mendorong pertumbuhan sektor ekonomi. Fiz

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *