Selalu Tembak Mati Terduga Teroris, Marwan Batubara: Saya Tidak Pernah Percaya Polisi 100 Persen

Betawipos, Jakarta – Salah Satu Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, Marwan Batubara menyayangkan tindakan Kepolisian RI yang selalu mematikan terduga kasus terorisme. Seperti halnya yang dilakukan aparat terhadap terduga pelaku penembakan di Mabes Polri, Rabu (31/03/21) kemarin. Pelaku perempuan yang melakukan penembakan langsung ditembak mati di tempat.

“Yang jelas kita tidak percaya begitu saja kalau ini dibilang teroris. Karena apa? Karena belum pernah yang ditembak itu ada penjelasan atau proses hukumnya. Dan kita cuma mendengar sepihak saja,” katanya saat dihubungi Betawipos.

Menurutnya, meski petugas mendatangi pihak keluarga untuk penyelidikan, namun yang mati dan dituduh teroris itu tidak pernah dibuka secara transparan dan dilanjutkan proses hukumnya secara terbuka kepada publik.

Marwan Batubara: “Banyak yang mengatakan ini ada yang memelihara untuk menghidupkan terus isu terorisme”

“Pernah ada misalnya kasus di Jawa Tengah. Ada keluarganya akhirnya belakangan diam saja, disuap atau apa kita nggak ngerti lah. Tapi umumnya itu tidak tuntas kasusnya masing-masing. Terus kalau dibilang ditembak, kenapa tidak ditangkep dan diadili biar terbuka kan kita tahu apa kan? Tahu-tahu sudah mati aja. Mati di sana, mati di sini bilangnya terioris iya kan?” kata Marwan panjang lebar.

Tak pelak jika banyak masyarakat yang makin tidak percaya dengan kasus-kasus terorisme. Umumnya mereka menyangsikan pernyataan polisi dalam kasus tersebut. Kasus terorisme dianggap sebagai komoditas bagi Polri.

“Banyak juga yang mengatakan ini ada yang memelihara untuk menghidupkan terus isu terorisme ini. Jadi nggak murni bahwa itu memang kegiatan yang dianggap oleh mereka itu sebagai terorisme. Kan ada juga yang mengatakan, suruh antar barang nanti diremote, lalu diledakkan. Kan ada juga suara-suara seperti itu,” ujarnya.

Karena itulah, Marwan Batubara sebenarnya enggan jika ditanya soal terorisme. Dirinya mengaku jengah mengikuti kasusnya lantaran tidak bisa dipercaya 100 persen. Semua proses kasus terorisme didominasi pihak kepolisian namun tidak terbuka dalam proses hukumnya.

Kan selalu dilabelnya ke orang Islam. Padahal di ajaran Islam itu tidak ada mengenal terorisme. Jadi jangan juga ini dipakai untuk menyudutkan ajaran agama tertentu, agama Islam terutama. Seolah-olah ini agama membawa misi kejahatan di dunia. Padahal Islam kan Rahmatan Lil Alamin, membawa rahmat bagi seluruh dunia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Polri kembali menembak mati terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, kemarin. Padahal, pelaku adalah perempuan yang hanya beraksi seorang diri diantara puluhan petugas terlatih di markasnya. red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *