Tue. Jul 7th, 2020

Serunya Peringatan Harlah NU Ke 94 di Jepang

2 min read
Nahdlatul Ulama

BETAWIPOS, Tokyo – Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Jepang menyelenggarakan tasyakuran peringatan hari lahir atau Harlah ke-94 NU di Masjid Nusantara Akihabara Tokyo Jepang.

Rois Syuriah PCI NU Jepang Abdul Aziz mengatakan pola dakwah Islam Rahmatan lil Alamin dengan konsep Islam Moderat tetap menjadi pijakan PCI NU Jepang.

“Tantangan kedepan adalah hidup dan bergerak di negeri Muslim minoritas. Pijakannya adalah dakwah Islam moderat dan ramah”, kata Abdul Aziz seperti dikutip Betawipos, Selasa (04/02/20).

Terkait dengan tema Harlah NU tahun ini adalah  “Meneguhkan Kemandirian NU bagi Peradaban Dunia”, Abdul Aziz mengatakan kemandirian yang dimaksud adalah bergerak bersama secara mandiri dari pengurus dan jamaah.

Ketua PCI NU Jepang Miftahul Huda mengatakan, dalam kegiatan syiar Islam, PCI NU Jepang bersama kelompok Muslim lainnya terus mendukung kegiatan pembangunan masjid dan kegiatan belajar Al Quran untuk anak-anak.

“Tantangan kedepan adalah menjawab kebutuhan akan tempat ibadah, tempat belajar agama, kebutuhan tempat mengajar baca tulis Alqur’an dari anak-anak wni yang jumlahnya makin banyak di Jepang. Termasuk membimbing mualaf Jepang”, kata Miftahul Huda.

Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) NU Muhammad Anwar memaknai tema kemandirian dalam harlah NU ke-94 adalah untuk usaha bersama dalam perdamaian dunia.

“Kemandirian dalam konteks pergerakan NU yaitu segala sesuatunya dari NU dan untuk NU untuk perdamaian umat dan dunia”, kata Muhammad Anwar.

Pengajar Al Quran dari pondok pesantren Al Hikam Depok Ustadz Idris Hisbullah Huzen Al-Hafidz mengatakan,
NU adalah medan perjuangan dan pengabdian yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari dengan hati yang penuh keikhlasan.

“NU jelang periode abad kedua memiliki tantangan dan masalah yang berbeda dengan sebelumnya. Kecanggihan teknologi, kemandirian ekonomi dan Islam yang ramah harus menjadi fokus utama bagi para Nahdliyin. Utama nya dari para pengurus NU, dalam rangka syiar Islam khususnya di negeri Sakura”, ujar Idris Hisbullah Huzen.

Acara peringatan harlah NU ke-94 ini diisi dengan pembacaan Surat Al Waqiah, Surat Yasin, Tahlil & Istigosah serta sambutan ramah tamah dari pengurus PCI NU Jepang, tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Nusantara.

PCI NU Jepang resmi diakui oleh PBNU pada 2007. Sebelumnya sejak 2004 bernama NU Nihon (Jepang). Saat ini sudah ada 6 Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCI NU) yang ada di Jepang. Yaitu di Kanazawa, Shizuoka, Nakatsu, Hokkaido, Tokyo dan Nigata. La

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *