Dipanggil Komnas HAM Mangkir, Boyamin Saiman Sebut KPK Arogan

Betawipos, Jakarta – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI) Boyamin Saiman menilai ketidakhadiran Pimpinan KPK atas Undangan Komnas HAM merupakan bentuk Arogansi dan Penghinaan Sistem Ketatanegaraan oleh KPK.

Boyamin Saiman menyayangkan tindakan pimpinan KPK tersebut karena nanti berimbas pada KPK sendiri jika lembaga anti rasuah tersebut melakukan pemanggilan terhadap seseorang ,maka nantinya yang bersangkutan akan meminta penjelasan terlebih dahulu kepada pihak KPK.

“Jelas ini bentuk arogansi KPK.
Nanti akan berbalik lho ini senjata makan tuan. Klo nanti orang akan dipanggil KPK pasti nanti akan mengirim surat balasan , apa perkara korupsi dan minta dijelaskan sejelas jelasnya”. ujar Bonyamin Saiman pada Betawipos, Selasa (8/6/2021).

“Bisa jadi bumerang itu lho, dan ini bentuk memberikan contoh yang buruk terhadap proses penghormatan terhadap lembaga lembaga negara ” imbuhnya.

Bonyamin menyayangkan terhadap tindakan pimpinan KPK yang tidak datang dan hanya mengirimkan surat menanyakan apa pelanggaran HAM nya .

‘ini khan hanya soal pengaduan dari pegawai KPK yang tidak lolos tes, mengadu bahwa ada pelanggaran Ham, kemudian Komnas HAM melakukan klarifikasi dengan memanggil  pihak pimpinan KPK , nah disitu bisa dijelaskan bahwa tidak melanggar ham dlsb .” Tandasnya.

Sebelumnya Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Kembali mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) di Jalan Latuharhari No. 4B, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat
Selasa (8/6/2021)

Menurut Novel dia bertemu dengan Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Mohammad Choirul Anam guna memberikan Informasi dan bukti tambahan terkait pengaduannya beberapa waktu lalu.

Selain itu Novel juga mengkaji apakah perlu melaporkan secara khusus atau tersendiri terkait dugaan banyaknya  pelanggaran yang dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Negara BKN
Novel juga mengaku kembali mendatangi Komnas HAM dalam upaya mendapatkan hasil assessment (upaya untuk mendapatkan data/informasi dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui ) jika ada pihak yang diduga menyembunyikan hasil tes wawasan kebangsaan terhadap 75 pegawai KPK yang tidak lolos beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *