DPC PDIP Mukomuko Tolak Permohonan Bupati Dan Dukung Game Online yang Masuk E-Sport

Betawipos, Mukomuko – Kebijakan Bupati Mukomuko akhir-akhir ini menimbulkan gejolak, baik di lingkup daerah hingga skala Nasional. Kebijakan tersebut berupa permohonan pemblokiran game online yang merambah kalangan remaja dan anak-anak di Kab. Mukomuko.

Merespon hal itu, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mukomuko, Dedy Kurniawan S.Sos., turut angkat bicara. Pihaknya justru menentang kebijakan Bupati.

“Kami dari PDIP secara tegas menolak permohonan yang disampaikan Bupati Mukomuko, Sapuan SE, MM, Ak, CA, CPA, kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) melalui surat yang telah dilayangkan dengan nomor 555/222/D.8/VI/2021 terkait Permohonan Pemblokiran Game Online di Kab. Mukomuko, tertanggal 17 Juni 2021,” tegas Dedy seperti dikutip Betawipos.

Pihaknya menambahkan bahwa antara game online dengan pendidikan masa kini, tidak terdapat korelasi terkait dampak yang ditimbulkan.

“Korelasi game online dengan dunia pendidikan tidak besar, hanya saja kontrol keluarga dan kontrol sosial juga diperlukan,” imbuhnya.

Saat ini, katanya, Budi Gunawan menjabat Ketua Umum Pengurus Besar (PB) E-Sport Indonesia (ESI), yang secara pasti telah melakukan kajian dan telaahan mendetil di era digital ini.

Diketahui bahwa beberapa saat terakhir untuk di Provinsi Bengkulu sendiri, telah dilantik pengurus wilayah di tingkat Kab/Kota oleh Pengcab Prov. Bengkulu, termasuk di Kab. Mukomuko, yang mana game online juga telah dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) di KONI.

“Game online ini sudah masuk cabor secara Nasional kok, sehingga tidak terdapat kekuatan bagi wilayah di lingkup kecil ini untuk menolaknya” tuturnya.

Ditambahkan, bahwa pihaknya sepenuhnya mendukung berjalannya setiap program E-Sport Indonesia (ESI), sehingga jika memang benar-benar terdapat dampak di kalangan anak dan remaja, seyogyanya sebagai Kepala Daerah membuat kebijakan untuk mengontrol pola pendidikan anak, bukan menolak kebijakan yang memiliki skala Nasional.

“Jika terus dilanjutkan, maka sebagai Kepala Daerah, pihaknya malah dapat menggerus kemajuan anak-anak agar tidak dapat bersaing dalam era digital saat ini.” tutup Dedy. Wer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *