Ombudsman Bungkam Soal Aduan Pegawai KPK Yang Gagal TWK

Betawipos, Jakarta – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) enggan membeberkan proses pemeriksaan atas dugaan maladministrasi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu menyusul aduan sejumlah pegawai KPK yang gagal melewati TWK.

Anggota ORI Robert Na Endi Jaweng mengatakan, pihaknya masih memproses aduan yang disampaikan para pegawai KPK. Dirinya meminta semua pihak menunggu hasil yang nanti akan disampaikan.

“Lagi proses, jadi belum bisa saya buka ya. Kemarin juga konpres juga lengkap ya. Tinggal tunggu hasil saja dari kami,” katanya saat dihubungi Betawipos, Rabu (16/06/21)

Saat ditanya terkait indikasi dugaan maladministrasi yang diadukan, Robert dengan tegas menolak menyampaikannya. Alasannya, ORI belum selesai melakukan pemeriksaan.

“Nggak boleh! Kan belum selesai. Kan masih proses,” tegasnya sebelum memutuskan sambungan telepon.

Sebelumnya, 75 pegawai KPK melaporkan pimpinannya ke Ombudsman atas dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan TWK, Rabu (19/05/21) lalu. Saat itu Direktur Pembinaan Jaringan Antar-Komisi dan Instansi Sujanarko menyebut enam dugaan perbuatan maladministrasi pimpinan KPK dalam proses alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dugaan maladministrasi itu antara lain penerbitan Surat Keterangan hasil TWK yang menonaktifkan 75 pegawai KPK.

Beberapa waktu lalu ORI mengundang pimpinan KPK Nurul Gufron untuk dimintakan klatifikasinya terkait TWK KPK. Proses pemeriksaan selanjutnya, Ombudsman akan mengundang kembali Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kepala BKN untuk meminta klarifikasi proses peralihan status pegawai KPK ini. red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *